IDAI: Latihan Angkat Beban Aman untuk Anak Setelah Selesai Masa Pubertas

DIALEKBORNEO.COM – Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, dr. Frida Soesanti, SpA, Subsp Endo(K), PhD, menegaskan bahwa latihan angkat beban sebaiknya dilakukan setelah anak melewati masa pubertas. Ia menilai, sebelum fase tersebut, tubuh anak belum siap karena otot dan tulangnya masih dalam proses pertumbuhan.

“Kalau anak-anak belum waktunya angkat beban, ototnya belum terbentuk. Latihan seperti itu baru boleh dilakukan setelah masa pubertas selesai, saat pertumbuhan tulang juga sudah berhenti,” ujar dr. Frida dalam diskusi kesehatan daring di Jakarta, Selasa (22/10/2025).

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menjelaskan, kadar hormon testosteron pada anak laki-laki sebelum pubertas masih rendah, sehingga belum cukup untuk membantu pembentukan otot secara optimal.

Selain belum efektif, latihan beban juga berisiko menyebabkan cedera pada lempeng epifisis, yaitu bagian tulang yang berperan penting dalam proses pertumbuhan. Jika bagian ini rusak, pertumbuhan tulang bisa terganggu dan berpengaruh terhadap tinggi badan anak.

“Anak-anak usia 11–12 tahun masih dalam masa pertumbuhan. Kalau lempeng pertumbuhannya cedera, proses tumbuh tinggi bisa terhambat,” jelas Frida, yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Endokrinologi Anak FKUI-RSCM.

Meski begitu, Frida menekankan bahwa anak-anak tetap perlu aktif berolahraga. Aktivitas fisik yang memberikan tekanan mekanik pada tulang justru penting untuk memperkuat struktur tulang dan otot.

Ia menyarankan olahraga dengan beban alami yang dilakukan berulang, seperti lari, tenis, atau menari, karena gerakannya membantu pembentukan dan kekuatan tulang tanpa menimbulkan risiko cedera serius.

“Yang dibutuhkan itu bukan angkat beban di gym, tapi olahraga repetitif yang memberi beban alami pada tubuh, misalnya lari, tenis, atau dance. Itu justru bagus untuk tulang anak-anak,” pungkasnya. (*)

Sumber: ANTARA NEWS

Pos terkait