Voting Internal Tetapkan Dayang Arniawati Anni Pimpin FORHATI Kukar

DILAKEBORNEO.COM – Dayang Arniawati Anni resmi dipercaya sebagai Koordinator Presidium Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara dalam forum internal yang dirangkai bersamaan dengan agenda Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar, di Pendopo Odah Etam, Senin (16/2/2026).

Dalam penjelasannya, Dayang memaparkan bahwa proses pembentukan struktur kepengurusan dimulai sejak diumumkannya rencana pelaksanaan Musda. Menindaklanjuti hal itu, jajaran alumni HMI-Wati segera membentuk perangkat kepanitiaan sebagai langkah awal konsolidasi.

Bacaan Lainnya
" alt="banner 300250" width="300" height="250"/>

Struktur panitia terdiri dari dua unsur, yakni steering committee berjumlah tiga orang dan panitia pelaksana (organizing committee) tiga orang. Pada proses tersebut, Dayang diberikan amanah sebagai ketua panitia.

Ia menyebut, sejak panitia terbentuk, komunikasi internal langsung digencarkan, termasuk menjaring figur-figur potensial yang dinilai layak masuk dalam jajaran presidium.

Pertimbangan yang digunakan tidak lepas dari rekam jejak keaktifan anggota, kontribusi terhadap kegiatan organisasi, serta kesediaan meluangkan waktu untuk menjalankan roda FORHATI.

“Kita memetakan siapa saja yang selama ini konsisten hadir, aktif di kegiatan, dan siap membersamai organisasi,” terangnya.

Panitia, lanjut Dayang, sebenarnya membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota yang ingin maju secara sukarela. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada pengajuan pencalonan yang masuk.

Kondisi tersebut kemudian dibahas dalam rapat internal panitia dan forum. Dari hasil musyawarah, diputuskan untuk menetapkan tiga figur yang dianggap representatif dan bersedia mengemban amanah.

Tiga nama yang ditetapkan sebagai Presidium FORHATI Kukar yakni Dayang Arniawati Anni, Maskupah, dan Ira Wati. Setelah seluruh kandidat menyatakan kesiapan, forum melanjutkan ke tahap penentuan koordinator presidium melalui voting terbuka yang diikuti peserta yang memiliki hak suara.

Hasilnya, Dayang memperoleh dukungan terbanyak dengan 11 suara, disusul Maskupah 7 suara dan Ira Wati 4 suara. Dengan perolehan tersebut, ia resmi ditetapkan sebagai Koordinator Presidium.

Ia menuturkan, mekanisme pemilihan kali ini sedikit berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Biasanya, posisi koordinator ditetapkan melalui kesepakatan di luar forum, namun karena dihadiri unsur wilayah dan daerah lain, disepakati dilakukan voting langsung.

Dayang menargetkan penguatan konsolidasi internal sebagai langkah awal kepengurusannya. Ia ingin menghidupkan kembali partisipasi anggota yang selama ini belum aktif.

Menurutnya, intensitas pertemuan menjadi kunci penting dalam membangun soliditas organisasi sekaligus memunculkan gagasan program kerja.

“Kalau kebersamaan itu terbangun, ide dan program biasanya lahir dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia juga mengakui masih ada sejumlah agenda periode sebelumnya yang belum terealisasi.

Dayang optimis kepengurusan baru mampu menuntaskannya secara bertahap. Fokus awal yang akan dilakukan adalah merangkul kembali anggota, memperbanyak ruang pertemuan, serta memperkuat komunikasi lintas kader.

“Kita kumpulkan dulu, kita aktifkan lagi. Dari situ semangat organisasi akan tumbuh kembali,” pungkasnya. (*)

Pos terkait