Kualitas Udara Jakarta Masuk Empat Terburuk Dunia, Warga Diminta Pakai Masker

DIALEKBORNEO.COM – Kualitas udara di Jakarta kembali berada pada level tidak sehat. Berdasarkan pemantauan IQAir pada Selasa pukul 06.30 WIB, Jakarta menempati peringkat keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Pada waktu tersebut, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat mencapai 158. Angka itu menempatkan kualitas udara ibu kota dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat disarankan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada tingkat yang kurang baik.

Jakarta berada di bawah Kuala Lumpur, Malaysia, yang menempati posisi pertama dengan AQI 189. Peringkat kedua ditempati Kinshasa, Kongo, dengan AQI 188, sedangkan Ho Chi Minh City, Vietnam, berada di urutan ketiga dengan AQI 161.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan tingkat polusi udara. Upaya tersebut salah satunya diarahkan pada pengurangan emisi dari sektor transportasi.

Pemprov DKI memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek sebagai salah satu cara mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Sejumlah rute yang dikembangkan di antaranya Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, serta Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Selain memperluas layanan, pemerintah juga menargetkan jumlah bus listrik Transjakarta mencapai 10.000 unit pada 2030. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi kendaraan di Jakarta.

Sektor transportasi menjadi perhatian karena menyumbang sekitar 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, peralihan menuju transportasi publik dan kendaraan berbasis listrik dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian pencemaran udara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum yang telah disediakan pemerintah daerah.

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik, Pemprov DKI bahkan telah menerbitkan aturan mengenai layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Selain sektor transportasi, strategi lainnya menyasar pengelolaan sampah. Pemprov DKI mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) yang berada di Rorotan, Jakarta Utara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan secara lebih menyeluruh, di tengah masih tingginya tingkat pencemaran udara di Jakarta. (*)

Sumber: ANTARA News

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version