DIALEKBORNEO.COM – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mematangkan langkah menuju pelaksanaan fungsi pemerintahan penuh di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu tahapan penting yang kini menjadi fokus adalah penyelesaian batas wilayah antara IKN dan daerah sekitarnya di Provinsi Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyebut penegasan batas menjadi landasan utama bagi tata kelola pemerintahan yang tertib dan terarah. Langkah ini juga memastikan tidak ada tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat, otorita, dan pemerintah daerah.
“Penegasan batas wilayah adalah fondasi bagi kepastian hukum dan pelayanan publik yang efektif. Kita tidak ingin di masa depan muncul persoalan administrasi hanya karena batas yang belum jelas,” ujar Thomas.
Proses penegasan batas ini dilakukan secara kolaboratif dengan Kementerian Dalam Negeri, Badan Informasi Geospasial (BIG), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta tiga daerah yang berbatasan langsung dengan IKN, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan.
Thomas mengungkapkan, tim teknis gabungan telah melakukan lebih dari 300 kali verifikasi dan pelacakan lapangan untuk menyesuaikan peta batas dengan kondisi geografis serta dinamika sosial masyarakat.
“Kami ingin setiap titik batas benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Pendekatan ini tidak hanya administratif, tapi juga mempertimbangkan aspek sosial masyarakat setempat,” jelasnya.
Hasil penegasan batas wilayah ini nantinya akan menjadi dasar hukum penyusunan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Batas Wilayah IKN, yang akan menjadi pijakan penting bagi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di kawasan ibu kota baru tersebut.
Selain membahas batas wilayah, kegiatan OIKN juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman peningkatan mutu pendidikan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kami ingin penyelenggaraan pendidikan di IKN menjadi teladan bagi daerah lain — unggul, berkelanjutan, dan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Thomas Umbu. (*)
