DIALEKBORNEO.COM – Dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Songgono menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para petani sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
Melalui Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri petani dan nelayan dari berbagai wilayah, Songgono menyebut kegiatan tersebut bukan hanya seremoni, melainkan forum strategis untuk menghimpun gagasan dan rekomendasi dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kukar.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029. Dalam kerangka itu, Kukar mengambil peran penting dengan menjadikan sektor pertanian sebagai basis utama pembangunan, disertai pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi yang berfokus pada pertanian, pariwisata, dan industri hijau.
“Program yang disusun harus berangkat dari data dan informasi lapangan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika tidak masuk dalam RPJMD atau renstra perangkat daerah, maka kegiatan itu tidak mungkin bisa dianggarkan,” ujar Songgono.
Ia menegaskan, hilirisasi pertanian akan menjadi fokus utama. Petani tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian, pengemasan menarik, hingga strategi pemasaran dan branding produk lokal.
Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) juga didorong menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai penyalur aspirasi petani dan nelayan, tetapi juga penghubung antara pemerintah dan realitas di lapangan.
Songgono juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Edi Damansyah yang telah menginisiasi pelaksanaan FGD ini sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menempatkan Kukar sebagai pusat ketahanan pangan utama di Kalimantan Timur serta mewujudkan visi besar “Kukar Idaman Terbaik” dalam lima tahun mendatang. (*)
