DIALEKBORNEO.COM – Petinju asal Kalimantan Barat (Kalbar), Daud Yordan, kembali mempersiapkan diri untuk bertanding di hadapan publik daerah asalnya. Laga bertajuk “Back to Champion 2026” dijadwalkan berlangsung di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, pada 10 Oktober mendatang.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari tahapan yang disiapkan Daud bersama timnya sebelum membidik pertarungan dengan lawan yang lebih besar pada 2027.
CEO Daud Yordan Promotions (DYP), Alex Kristian, mengatakan pihaknya tengah berupaya membuka peluang agar Daud dapat menghadapi legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, pada 2027.
Menurutnya, pertandingan di Pontianak menjadi salah satu bagian dari program “Road to 2027”. Karena itu, penampilan Daud di atas ring tidak hanya diarahkan untuk meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan kesiapan sebelum memasuki persaingan pada level yang lebih tinggi.
“Pertandingan di Pontianak menjadi salah satu tahapan yang kami siapkan untuk menuju rencana besar pada 2027,” ujar Alex di Pontianak, Rabu.
Ia menyebut kembalinya Daud bertanding di Kalbar juga memiliki arti tersendiri. Selain sebagai pertandingan profesional, laga tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung penampilan petinju yang telah membawa nama daerah tersebut dalam kariernya.
Konsep pertandingan pun dikembangkan dengan pendekatan sportainment. Penyelenggara ingin menghadirkan pertandingan tinju sekaligus membangun suasana hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.
Bagi Daud, laga di Pontianak menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan di hadapan masyarakat yang telah mengikuti perjalanan kariernya sejak awal.
“Pertandingan ini penting bagi saya untuk menunjukkan bahwa perjalanan menuju target berikutnya harus dimulai dengan pembuktian di atas ring,” kata Daud.
Selain fokus pada perjalanan karier Daud, DYP juga membawa agenda pengembangan tinju profesional di Indonesia. Promotor tersebut berupaya memberikan ruang bagi petinju profesional lain agar dapat tampil dan membangun rekam jejak melalui pertandingan yang terorganisasi.
Alex mengatakan keberadaan panggung pertandingan secara berkelanjutan diperlukan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi petinju profesional. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berpusat pada satu nama, tetapi turut memberi ruang bagi atlet lainnya untuk berkembang.
“Daud memang menjadi bagian utama dari perjalanan kami, tetapi kami juga ingin pertandingan profesional bisa membuka kesempatan bagi petinju-petinju lain untuk berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat yang ingin menyaksikan langsung “Back to Champion 2026” dapat memperoleh tiket melalui penjualan daring di platform YesPlis. Tiket juga disediakan secara luring melalui sejumlah kedai kopi yang menjadi titik penjualan resmi di Kalbar.
Pertandingan tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali perhatian terhadap tinju profesional di Kalbar. Kehadiran Daud di daerah asalnya menjadi salah satu daya tarik utama dalam agenda tersebut.
Dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, persiapan Daud kini diarahkan untuk memastikan kondisi dan performanya siap saat naik ring. Laga tersebut menjadi tahapan penting sebelum timnya melanjutkan persiapan menuju agenda yang ditargetkan pada 2027. (*)
Sumber:ANTARANEWS.
