Dispar Kukar Kaji Rencana Penambahan Koleksi Satwa di Pulau Kumala

DIALEKBORBEO.COM – Rencana pengembangan Pulau Kumala, Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya diarahkan pada penambahan wahana rekreasi. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar juga membuka peluang menghadirkan area satwa sebagai bagian dari konsep pengembangan kawasan wisata tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, mengatakan gagasan menghadirkan kebun binatang di Pulau Kumala masih berada pada tahap pembahasan. Belum ada pelaksanaan pembangunan karena sejumlah aspek perlu dikaji terlebih dahulu.

Salah satu rencana yang muncul dalam konsep tersebut adalah memindahkan sejumlah satwa dari wilayah Tabang untuk ditempatkan di Pulau Kumala. Namun, rencana pemindahan satwa tersebut masih bergantung pada kesiapan fasilitas dan keputusan lebih lanjut mengenai konsep pengelolaannya.

“Gagasan mengenai area satwa memang sudah ada, termasuk rencana membawa satwa dari Tabang. Tetapi sampai sekarang belum masuk ke tahap pembangunan,” ujar Sadli, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, menghadirkan fasilitas satwa membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan pembangunan wahana wisata biasa. Pemerintah harus memastikan tempat yang disediakan memenuhi kebutuhan satwa sekaligus memperhitungkan sistem pemeliharaannya.

Tidak hanya pembangunan fasilitas, keberadaan satwa juga membutuhkan biaya rutin. Kebutuhan tersebut mencakup penyediaan makanan, perawatan kesehatan, tenaga yang menangani satwa, hingga operasional fasilitas.

“Kalau nantinya direalisasikan, yang harus dihitung bukan hanya biaya membangun fasilitasnya, tetapi juga bagaimana kebutuhan satwa bisa terpenuhi setiap hari,” jelasnya.

Pertimbangan tersebut membuat pemerintah belum menetapkan waktu pembangunan kebun binatang. Kondisi kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebelum rencana tersebut diputuskan.

Sadli mengatakan konsep pengembangan Pulau Kumala akan dilakukan secara bertahap. Setiap fasilitas yang direncanakan perlu disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan dan kesiapan pengelolaan agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Untuk waktunya belum bisa kami pastikan karena masih ada beberapa hal yang perlu dihitung, terutama dari sisi anggaran dan pengelolaan setelah fasilitasnya tersedia,” katanya.

Di sisi lain, Pulau Kumala juga masih diarahkan memiliki tambahan wahana untuk memperkaya aktivitas pengunjung. Salah satunya berupa waterboom yang pembangunannya telah berjalan, tetapi masih terdapat bagian pekerjaan yang perlu diselesaikan.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan membuat Pulau Kumala tidak hanya mengandalkan daya tarik yang sudah tersedia. Penambahan wahana dan fasilitas baru dirancang untuk memberikan alternatif kegiatan bagi wisatawan.

Namun, pelaksanaan seluruh rencana tetap akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Pemerintah akan menentukan prioritas berdasarkan kesiapan program dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurut Sadli, rencana menghadirkan fasilitas baru di Pulau Kumala pada akhirnya harus dibarengi dengan kemampuan pengelolaan. Hal tersebut penting agar fasilitas yang dibangun tidak berhenti pada tahap pembangunan, tetapi dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Konsepnya harus kami lihat secara menyeluruh. Ketika fasilitas sudah dibangun, harus ada kemampuan untuk merawat dan mengoperasikannya secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Tags:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version