Pemkab Kukar Siagakan Tim 24 Jam Tangani Dugaan Keracunan MBG di Sebulu

DIALEKBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan penanganan terhadap puluhan warga yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu terus dilakukan.

Tim gabungan dari Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi para penerima manfaat.

Sekretaris Daerah ( Sekda) Kukar sekaligus Koordinator Satgas MBG Kukar, Sunggono, mengatakan pemerintah memilih memfokuskan langkah pada pelayanan kesehatan serta pengumpulan data sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

Menurutnya, seluruh informasi yang diterima dari lapangan masih terus diverifikasi, termasuk hasil pemeriksaan medis dan sampel makanan yang dikonsumsi para penerima program.

“Kami masih melengkapi data dan memantau langsung kondisi warga yang terdampak di lapangan,” ujar Sunggono.

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 46 orang mengalami keluhan berupa mual dan pusing. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Sebulu I, sementara sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.

Sunggono menegaskan pemerintah belum ingin berspekulasi mengenai penyebab insiden tersebut.

Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi yang saat ini masih dilakukan oleh tim terkait.

Selain memastikan proses investigasi berjalan, Pemkab Kukar juga membuka layanan pemantauan bagi masyarakat yang masih merasakan gejala setelah mengonsumsi menu MBG.

“Kami standby 24 jam di puskesmas. Kalau masih ada yang mengalami keluhan, segera datang agar bisa langsung kami tangani,” katanya.

Ia menambahkan, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di Kukar agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Namun demikian, evaluasi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam mendukung program nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

Sunggono juga meminta para orang tua tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, pemerintah akan memberikan informasi secara terbuka setelah seluruh hasil pemeriksaan selesai.

“Hasilnya akan kami sampaikan secara resmi setelah semua data lengkap. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang baik,” tutupnya. (*)








Pos terkait