Tanjung Rapeh Jadi Spot Nikmati Sunset di Sangkuliman

DIALEKBORNEO.COM – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan kawasan Tanjung Rapeh sebagai salah satu lokasi untuk menikmati panorama matahari terbenam.

Ketua Pokdarwis BMT Desa Sangkuliman, Akhmad Rojali, mengatakan karakter geografis Tanjung Rapeh menjadi salah satu alasan kawasan tersebut memiliki daya tarik ketika sore hari.

“Tanjung Rapeh itu salah satu spot sunset. Posisi kita di sana cukup terbuka, sehingga matahari terbenam bisa terlihat dengan jelas,” ucap Rojali, Jumat (11/9/2026).

Rojali bilang Kawasan tersebut berada di wilayah perairan sehingga pengunjung dapat menikmati perubahan suasana dari sore menuju petang dengan bentang alam sebagai latar.

“Kalau cuaca mendukung, pemandangan dari Tanjung Rapeh sangat menarik. Waktu matahari mulai turun, suasananya berbeda dengan siang hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan panorama tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas fotografi. Pengunjung dapat mengabadikan lanskap perairan dengan cahaya matahari sore yang menjadi karakter utama kawasan.

Meski demikian, pihaknya kata dia, tidak ingin daya tarik Tanjung Rapeh hanya bergantung pada pemandangan. Kawasan tersebut nantinya dapat dipadukan dengan kegiatan lain dalam satu paket perjalanan.

Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah perjalanan yang menghubungkan sejumlah tanjung di wilayah Sangkuliman. Setiap lokasi dapat memiliki karakter serta aktivitas yang berbeda.

“Kami punya konsep lima tanjung. Nantinya wisatawan tidak hanya datang ke satu titik, tetapi bisa menikmati beberapa lokasi dalam satu perjalanan,” jelasnya.

Rangkaian perjalanan dapat memanfaatkan transportasi air yang dikelola warga. Pengunjung juga berpeluang menikmati layanan maupun produk lokal selama mengikuti perjalanan.

Ia menyebut penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan pengelola dan kesiapan fasilitas.

“Kami kenalkan dulu Tanjung Rapeh sebagai tempat menikmati sunset. Kalau sudah semakin dikenal, baru kami lengkapi dengan aktivitas dan layanan pendukung lainnya,” pungkasnya. (*)

 

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version