DIALEKBORNEO.COM – Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menilai meningkatnya dinamika politik di ruang publik perlu disikapi secara bijak agar tidak mengganggu fokus pembangunan daerah.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar perdebatan politik tidak berkembang menjadi polarisasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pendapat itu biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai energi kita habis untuk perdebatan yang tidak menghasilkan solusi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Yani mengatakan ruang publik belakangan dipenuhi berbagai opini yang saling berseberangan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memunculkan kesalahpahaman apabila informasi yang beredar tidak dipahami secara utuh oleh masyarakat.
“Yang dikhawatirkan ketika informasi yang beredar tidak lengkap lalu ditafsirkan berbeda-beda oleh publik,” katanya.
Ia menegaskan Kutai Kartanegara tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat maupun berbagai elemen lainnya. Namun, penyampaian aspirasi diharapkan dilakukan melalui mekanisme yang sesuai agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.
“Kami terbuka terhadap kritik, tetapi harus tetap berada dalam koridor yang jelas supaya tidak menimbulkan tafsir yang keliru,” tegasnya.
Di tengah berkembangnya berbagai isu politik, Ahmad Yani memastikan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai pimpinan DPRD sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan dan tidak melupakan prioritas utama pembangunan daerah.
“Harapannya kita tetap fokus pada kepentingan masyarakat luas dan pembangunan Kukar ke depan,” pungkasnya. (*)
