DIALEKBORNEO.COM – Kader Himpunan Mahasiswa Islam diminta untuk mengambil peran aktif dalam mengawal arah pembangunan nasional, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Arief Rosyid Hasan saat menghadiri kegiatan Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course (SC) yang diselenggarakan HMI Cabang Kutai Kartanegara. Dalam kunjungannya ke Tenggarong, Arief juga melakukan silaturahmi dengan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.
Di hadapan peserta kaderisasi, Arief menilai Indonesia tengah berada pada fase penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang menitikberatkan pada penguatan kedaulatan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam sektor energi dan sumber daya mineral merupakan bagian dari upaya memperkuat amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia menyebut penguatan tata kelola sektor energi, peningkatan kemandirian energi nasional, hingga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kebijakan di sektor ESDM menjadi langkah yang perlu dikawal bersama oleh generasi muda.
Selain membahas isu ekonomi dan pembangunan, Arief juga mengingatkan pentingnya peran kader HMI dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi, transformasi digital, dan dinamika global menuntut kader untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“HMI harus tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Kader tidak cukup hanya memiliki idealisme, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan karya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh bersikap pasif terhadap berbagai kebijakan publik yang menentukan masa depan bangsa. Sebaliknya, mahasiswa dan kader organisasi harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mengawal terwujudnya keadilan sosial.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Tugas kita memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat dan bangsa,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Arief juga mengapresiasi berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam besar seperti Kukar memegang peranan strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional.
Ia berharap potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Kegiatan LK II dan Senior Course tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam memahami tantangan pembangunan nasional, kepemimpinan, serta peran strategis generasi muda dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa. (*)
