DIALEKBORNEO.COM – Pengembangan kawasan wisata Pulau Kumala, Kutai Kartanegara (Kukar), masih menyisakan pekerjaan pada pembangunan wahana waterboom. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran lanjutan untuk menyelesaikan fasilitas tersebut, namun pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Sadli, mengatakan pembangunan waterboom yang berada di kawasan Pulau Kumala bukan merupakan proyek yang sepenuhnya baru dimulai. Sejumlah bagian pekerjaan telah diselesaikan, sementara beberapa item lainnya masih membutuhkan penyelesaian.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp4 miliar. Anggaran itu nantinya diarahkan untuk menyelesaikan bagian pembangunan yang masih tersisa.
“Pekerjaannya sudah berjalan dan ada bagian yang selesai. Yang masih menjadi kebutuhan sekarang adalah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas,” kata Sadli, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, kelanjutan pembangunan waterboom menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan Pulau Kumala. Kawasan tersebut masih menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan.
Namun, rencana penganggaran untuk penyelesaian waterboom harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan belum dapat dipastikan berjalan sesuai rencana awal tahun ini.
Sadli menyebut pemerintah tetap memiliki keinginan untuk menuntaskan pembangunan fasilitas tersebut. Apabila belum dapat direalisasikan tahun ini, pengusulan anggaran dapat kembali dilakukan pada tahun berikutnya.
“Keinginan untuk menyelesaikannya tetap ada. Kalau tahun ini belum memungkinkan, kami akan melihat kembali pengusulannya pada tahun depan,” ujarnya.
Menurut dia, anggaran lebih dari Rp4 miliar yang dibutuhkan bukan ditujukan untuk membangun waterboom dari awal. Dana tersebut diproyeksikan untuk menyelesaikan komponen fasilitas yang belum dikerjakan.
Dengan konsep tersebut, penyelesaian pembangunan diharapkan dapat membuat fasilitas waterboom segera dimanfaatkan setelah seluruh pekerjaan memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan.
“Jadi anggarannya lebih kepada menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa, bukan memulai pembangunan dari nol,” jelasnya.
Sadli mengatakan keberadaan tambahan wahana di Pulau Kumala diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan bagi pengunjung. Pengembangan fasilitas wisata juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Selain waterboom, pengembangan Pulau Kumala secara keseluruhan tetap menjadi bagian dari perhatian Dispar Kukar. Penambahan fasilitas di kawasan wisata diarahkan agar kunjungan wisatawan tidak hanya bergantung pada satu jenis daya tarik.
Untuk memastikan perkembangan pembangunan secara lebih rinci, Dispar Kukar masih melakukan koordinasi dengan pihak yang menangani pekerjaan tersebut. Sadli menyebut dirinya tidak menangani langsung aspek teknis pembangunan waterboom sehingga informasi mengenai progres detail perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.
Meski masih menunggu kepastian anggaran lanjutan, pemerintah daerah tetap membuka peluang penyelesaian fasilitas tersebut. Jika dukungan anggaran tersedia, pekerjaan yang tersisa dapat kembali dilanjutkan sesuai perencanaan.
“Harapannya tentu fasilitas ini bisa diselesaikan sehingga nantinya dapat digunakan dan menambah pilihan wisata bagi masyarakat yang datang ke Pulau Kumala,” pungkasnya. (*)