DIALEKBORNEO.COM – Persiapan cabang olahraga petanque Kutai Kartanegara (Kukar) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Paser pada November mendatang terus dimatangkan. Di tengah intensitas latihan yang meningkat, perhatian pengurus justru tertuju pada tantangan yang berasal dari luar tim.
Sekretaris Petanque Kukar, Muhammad Nur Alamsyah, menyampaikan bahwa secara internal tim dalam kondisi solid dan tidak mengalami hambatan berarti.
Ia menilai para atlet, khususnya yang masih muda, memiliki potensi besar untuk berkembang dan meningkatkan prestasi.
“Secara internal tidak ada masalah. Justru kekuatan kita ada pada semangat dan kualitas atlet yang terus berkembang,” ujarnya.
Namun demikian, mayoritas atlet petanque Kukar masih berstatus pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA, bahkan ada yang sudah memasuki bangku kuliah. Kondisi ini membuat pengaturan jadwal latihan menjadi tantangan tersendiri.
Menurutnya, dinamika pendidikan para atlet—seperti perpindahan jenjang sekolah hingga rencana melanjutkan studi ke luar daerah—berpotensi memengaruhi komposisi tim yang akan berlaga di Porprov.
“Ini bukan kendala besar, tapi perlu penyesuaian. Ada atlet yang lulus SMA dan kemungkinan kuliah di luar daerah, itu tentu berpengaruh pada kesiapan tim,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada situasi tersebut, Petanque Kukar tetap optimistis. Strategi regenerasi terus disiapkan dengan komposisi tim yang direncanakan berjumlah 14 atlet, terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri. Kehadiran atlet-atlet baru diyakini tetap mampu menjaga kualitas tim.
“Kami siapkan wajah-wajah baru, tapi kualitas tetap jadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain fokus pada pembinaan atlet, pengurus juga menyoroti pentingnya ketersediaan sarana pendukung, khususnya bola besi (bosi) yang menjadi perlengkapan utama dalam petanque. Penggunaan yang intens membuat kondisi bola dapat mengalami keausan, termasuk nomor seri yang wajib terlihat jelas saat pertandingan.
Pengadaan perlengkapan baru pun telah diajukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan diharapkan segera terealisasi untuk menunjang performa atlet.
“Peralatan ini sangat penting. Tanpa itu, atlet tidak bisa bertanding maksimal. Kami berharap kebutuhan ini bisa segera dipenuhi,” tutupnya.
