Faisal Resmi Nakhodai SEMMI Kukar 2026-2027, Soroti Rapor Merah Infrastruktur

DIALEKBORNEO.COM – Estafet kepemimpinan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2027 resmi dimulai. Dengan mengusung visi “Membangun Semangat Kepemudaan Menuju Indonesia Emas 2045”, jajaran pengurus di bawah komando Faisal resmi dilantik di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Senin (27/4/2026).

​Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Fungsionaris PB SEMMI Bidang PTKP, Muhammad Sena Ananta. Dalam sambutannya, Sena menekankan bahwa keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada proses kaderisasi yang sehat untuk menjaga ruh organisasi.

“Ruh dari organisasi adalah kaderisasi. Semoga dari pelantikan ini lahir pejuang-pejuang muda dari Kukar yang tetap berkiblat pada nilai-nilai luhur pendiri bangsa,” ujar Sena di hadapan para kader.

Ketua Umum SEMMI Kukar, Faisal, langsung memberikan pernyataan tegas terkait arah gerak organisasi ke depan.

Ia menyatakan bahwa SEMMI akan tetap memegang teguh tiga pilar utama: Keislaman, Kemahasiswaan, dan Kebangsaan.

Di usia SEMMI yang ke-70 tahun secara nasional, Faisal menegaskan posisi organisasi sebagai kekuatan moral sekaligus antitesa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.

​Faisal juga menyoroti dua isu besar di Kutai Kartanegara yang dianggapnya sebagai rapor merah, yakni infrastruktur wilayah hulu dan pesisir yang menghambat ekonomi warga, serta aktivitas tambang ilegal yang menggunakan jalan umum dan perampasan tanah adat.

“Kami bersepakat untuk menjadi kader yang peka akan kondisi sosial. SEMMI hadir sebagai gerakan kesadaran untuk memastikan pemangku kebijakan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama bagi mereka yang suaranya belum terdengar,” tegas Faisal.

​Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang diwakili oleh Kabag Kesra, Fathul Alamin, menyambut baik pelantikan tersebut dan mengajak SEMMI untuk bersinergi membangun daerah.

Salah satu poin penting yang dititipkan adalah pengawalan program strategis Beasiswa Kukar Idaman agar tepat sasaran.

Fathul memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengurangi alokasi beasiswa tersebut meski satu persen pun.

​“Kukar adalah rumah besar kita semua. Pemkab tidak bisa membangun sendiri, karena itu butuh kolaborasi seluruh elemen, termasuk rekan-rekan mahasiswa di SEMMI,” pungkas Fathul Alamin (*)

Pos terkait