DIALEKBORNEO.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Desa Kersik membangun harapan baru bagi Pantai Biru melalui aksi penghijauan di kawasan pesisir Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan penanaman pohon cemara tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pantai dari ancaman abrasi yang terus mengintai kawasan pesisir.
Selain sebagai aksi nyata konservasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan pantai yang rentan mengalami kerusakan akibat abrasi dan perubahan cuaca.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo mengatakan penghijauan yang dilakukan merupakan langkah konkret untuk mendukung konservasi kawasan pesisir. Menurutnya, pohon cemara memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pantai dari terpaan angin dan abrasi air laut.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi lingkungan sekaligus membantu menahan abrasi air laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanaman pohon menjadi investasi jangka panjang demi menjaga kelestarian Pantai Biru agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Penanaman ini menjadi langkah jangka panjang agar kawasan pantai tetap lestari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kersik, Jumadi, menyampaikan bahwa penghijauan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perusahaan hingga masyarakat setempat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan pesisir.
Ia menilai, keberadaan pohon di kawasan pantai tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih hijau, teduh, dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Pantai Biru.
“Harapannya, penanaman pohon ini menjadi bagian dari penghijauan lingkungan agar pantai lebih hijau dan teduh sehingga pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.
Jumadi juga mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan penghijauan sebelumnya telah dilakukan bersama sejumlah pihak seperti PWI, Pertamina, PHKT, dan masyarakat sekitar.
Hal itu menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari dan bernilai wisata.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya berhenti pada proses penanaman. Perawatan tanaman secara berkelanjutan menjadi faktor utama agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
“Menanam saja tidak cukup tanpa perawatan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” pungkasnya. (*)
