Pasha Titip Estafet Kepemimpinan di Pembukaan Kongres VII BM PAN

DIALEKBORNEO.COM – Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) periode 2021–2026, Sigit Purnomo Said atau Pasha, menitipkan estafet kepemimpinan kepada generasi penerus saat membuka Kongres VII BM PAN di Hotel Marbella Place, Anyer, Banten, Jumat (10/7/2026).

Kongres yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 itu menjadi forum tertinggi BM PAN untuk memilih ketua umum baru sekaligus menyusun arah perjuangan organisasi selama lima tahun mendatang.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen DPP PAN Eko Hendro Purnomo, Ketua Dewan Kehormatan DPP BM PAN Yandri Susanto, Ketua Dewan Pakar DPP BM PAN Ahmad Rizki Sadig, Ketua Majelis Pertimbangan Barisan Ahmad Yohan, anggota Fraksi PAN DPR RI, serta jajaran pengurus BM PAN dari seluruh Indonesia.

Pasha mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres yang datang dari berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran para kader menjadi bukti semangat menjaga soliditas organisasi.

“Saya tahu kehadiran ini penuh perjuangan. Hari ini tugas saya menahkodai BM PAN telah selesai. Terima kasih kepada seluruh kader dan kepada Ketua Umum PAN yang telah memberikan kepercayaan kepada saya,” ujarnya.

Pasha mengatakan kepemimpinan yang akan lahir dari Kongres VII memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan organisasi. Ia berharap BM PAN terus menjadi wadah kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda PAN.

Ia juga mengajak seluruh kader menjaga kekompakan menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, kader muda PAN harus siap menjalankan setiap penugasan partai demi mewujudkan target PAN menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia.

Pasha turut mengenang perjalanan politiknya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Palu hingga memimpin organisasi sayap PAN. Kepercayaan yang diberikan Zulkifli Hasan, katanya, mengubah cara pandangnya mengenai arti pengabdian kepada masyarakat.

“Setelah terjun langsung melayani masyarakat, saya memahami bahwa membantu menyelesaikan persoalan rakyat memiliki makna yang jauh lebih besar,” tutur Pasha.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya memperkuat jaringan kader muda di seluruh Indonesia. Ia menargetkan terbentuknya sekitar 3.000 BM PAN sebagai bagian dari penguatan mesin organisasi dalam menghadapi agenda politik nasional.

“Nanti saya yang akan bertanggung jawab,” tandas Zulhas. (*)

Pos terkait